Mengenal Salah Satu Warisan Tsunami Terdahsyat Abad 17: Bongkah Batu Gamping 1883 Pandeglang Banten

Published on 12 September 2022, 20:07 by M Gendra Mahdavikia Mauluda on Information

post-thumb

“Mengenal Salah Satu Warisan Tsunami Terdahsyat abad 17: Bongkah Batu Gamping 1883 Pandeglang Banten”



 


Ujung Kulon sampai saat ini dikenal dengan istilah World Heritage atau bisa disebut sebagai habitat alam terakhir dari Badak Jawa Bercula satu. Selain itu, Ujung Kulon memiliki berbagai macam potensi tersembunyi, terutama pada warisan geologi. Salah satu warisan geologi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum adalah sisa endapan tsunami yang sangat besar akibat letusan gunung krakatau pada tahun 1983. Selain dari sisa endapan tsunami, keanekaragaman struktur geologi berkelas dunia yang ada di kawasan Geopark Ujung Kulon berpotensi sebagai destinasi wisata minat khusus bagi para peneliti, edukasi dan geo-tourism yang perlu dilestarikan dengan mengusung tema “Jejak Tsunami Krakatau 1883”.

Sampai saat ini sudah ada 14 titik yang terverivikasi sebagai warisan geologi. Salah satu dari warisan geologi adalah Bongkah Batu Gamping Tsunami 1883. Situs ini terletak di Desa Sukarame Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dengan lokasi absolut 6˚16’50.98”LS dan 105˚49’34.74” BT. Jika berdasarkan letaknya Bongkah Batu Gamping Tsunami 1883 sangat strategis karena berada pada jalan utama. Akan tetapi situs ini jarang sekali dikenali oleh masyarakat sekitar dan sering kali diabaikan oleh wisatawan. Padahal, Bongkah Batu Gamping 1883 merupakan bukti nyata peristiwa letusan gunung krakatau yang dapat dijadikan wisata penelitian, edukasi dan geo-tourism.

Dalam batuan penyusun situs batu gamping terdapat banyak fosil terumbu dan koral yang posisinya terbalik menandakan bongkahan batuan ini telah terangkat dari dasar laut menuju permukaan akibat dahsyatnya hempasan gelombang tsunami tahun 1883 yang disebabkan oleh letusan gunung krakatau. Dalam bongkahan juga terdapat fragmen-fragmen fosil koral sebagai penciri proses hancuran terumbu dan masa dasar batuan disusun oleh fosil pecahan cangkang makro sebagai fosil bioklas. Umur dari batuan situs diperkirakan yaitu berumur holosen. Berdasarkan hasil pengkriterian, situs ini memiliki nilai terkemuka sebagai rekaman ilmiah bukti nyata peristiwa tsunami 1883 akibat letusan dahsyat Gunung Krakatau dan juga memiliki makna dalam aspek ilmiah, estetika serta rekreasi.

Card image cap
The Way Of Water - Youth Initiatives For Island Geoparks
Published on 7 June 2023, 18:23 by Immanuel Deo Silalahi on News
Card image cap
6th International Summer University Of The UNESCO Chair Of "Geoparks, Sustainable Regional Development And Healthy Lifestyles"
Published on 20 July 2022, 21:15 by Immanuel Deo Silalahi on Information
Card image cap
Geopark Game- The Lost Collection The Hondsrug UNESCO Global Geopark
Published on 31 August 2022, 01:18 by Sophie Van Rossem on News