Published on 8 September 2022, 14:17 by Ryannaldo on Information
Wilayah Kabupaten Natuna ditetapkan sebagai
kawasan Geopark Nasional pada November 2018 lalu, diikuti juga dengan penetapan
8 geosite atau situs geologi yang ada di sekitar Pulau Bunguran Besar.
Kedelapan geosite tersebut memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Salah satunya adalah
Geosite Pulau Senue.
Pulau Senue merupakan satu dari tiga geosite
yang berbentuk Pulau, dua yang lain adalah Geosite Pulau Akar dan Geosite Pulau
Setanau. Geosite Pulau Senue terletak di wilayah administrasi Desa Sepempang,
Kecamatan Bunguran Timur. Desa Sepempang merupakan desa yang bertetangga langsung
dengan pusat Kota Ranai. Ia hanya berjarak sekitar 7 km dari pusat kota.
Pulau Senue selalu menjadi magnet bagi masyarakat Natuna. Sebab sulit untuk tidak mengarahkan mata ke pulau ini ketika kita sedang berjalan menyisiri pesisir timur pulau pulau Bunguran. Pulau ini unik, karena bentuknya menyerupai orang hamil yang sedang berbaring. Nama senue sendiri berasal dari bahasa lokal yang berarti “sebadan due nyawe” (satu badan dua nyawa). Pulau Senue sudah banyak dikenal oleh masyarakat Natuna sejak lama, baik karena alamnya yang indah juga karena ceritanya yang melegenda.
Alkisah ada sepasang suami istri yang menemukan
sarang gamat (teripang) ketika melaut. Gamat kala itu merupakan komoditas
langka dan mahal. Akhirnya sepasang suami istri ini menjadi “oranng kaya baru”
di kampungnya. Memiliki banyak harta membuat sang istri menjadi sombong dan
angkuh, jangankan menolong, bergaul dengan para tetanggapun ia tak sudi.
Padahal saat mereka susah dahulu para tetangga inilah yang sedia membantu
mereka. Tiba saat sang istri ingin melahirkan, maka tiada satu orangpun yang
ingin membantunya. Akhirnya Ia dan suami berlayar menuju negeri seberang untuk
mendapatkan pertolongan. Namun, alampun seakan tak mengizinkan, di tengah laut,
dating ombak besar serta petir yang menggelegar. Kapal yang mereka naiki
terombang-ambing hingga akhirnya tenggelam. Sang istri yang sedang hamil besar
itupun timbul tenggelam ditengah lautan hingga akhirnya menjadi sebuah pulau.
Cara menuju pulau ini bisa dimulai di Pelabuhan
Teluk Baruk yang berjarak sekitar 5 km dari pusat Kota Ranai. Di pelabuhan
Teluk Baruk ada banyak kapal kecil yang biasa diebut dengan “mutur” yang siap
mengantarkan kita ke Pulau Senue. Lama perjalanan menuju Pulau Senue sekitar 30
menit. Waktu yang tak begitu lama, terlebih kita ditemani dengan
pemandangan-pemandangan indah di sekitar Pulau Bunguran.
Pulau Senue ditetapkan sebagai geosite karena keragaman geologi yang dimilikinya. Batuan pembentuk pulau ini berasal dari batuan sedimen laut dalam yang berusia kurang lebih 160 juta tahun. Pulau ini memiliki pasir pantai putih di sisi barat dan banyak ditumbuhi tanaman. Sementara di sisi timur merupakan batuan curam sehingga menyerupai dinding laut.
Pulau Senue juga merupakan surge bagi para
pecinta aktifitas maritime, seperti snorkling dan diving. Lautnya dipenuhi
dengan terumbu karang dan biota laut indah lainnya. Aktifitas lain yang bisa
dilakukan di pulau ini meliputi berkemah, sarana edukasi, konservasi penyu,
penelitian dan lain-lain. Keunikan lain yang dimiliki oleh Pulau Senue adalah,
ia merupakan salah satu pulau terluar milik NKRI yang ada di Natuna, hal ini
tercantum dalam Keputusan Presiden no 6 tahun 2017 tentang Penetapan Pulau Kecil
Terluar.