Published on 8 September 2022, 10:23 by Salsabila Aulia Putri Zakaria on Information
Perairan Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, merupakan salah satu kawasan perairan yang diduga setiap hari muncul hiu paus. Menurut masyarakat nelayan, kemunculan hiu paus di perairan ini terutama saat menangkap ikan nike (Awaous melancephalus). Sementara itu, anggapan lain menyebutkan bahwa kemunculan hiu paus di perairan Botubarani merupakan hasil dari pemberian makan yang disengaja berupa kepala dan cangkang udang vaname (Litopenaeus vannamei) melalui kegiatan wisata.
Batimetri atau kondisi dasar perairan di perairan Botubarani sangat unik karena terjal. Sebagai bagian dari Teluk Tomini dengan kedalaman air mencapai 4000 meter, pantai Botubarani memiliki dasar yang curam. Pada jarak kurang dari 15 meter dari bibir pantai, kedalaman perairan bisa berubah drastis, dari 1-2 meter menjadi 20-30 meter hingga berlanjut jauh ke lautan lepas. Di antara kemunculan hiu paus di kawasan perairan Gorontalo yang pernah ditemui baik oleh nelayan maupun penyelam, Pantai Botubarani adalah lokasi yang paling terkenal.
Nama Botubarani berasal dari sebuah batu besar yang dinamakan Batu Berani yang pada waktu itu ditempati
oleh salah seorang pemberani yang bernama TIBARANI. Menurut sejarah diceritakan, sebelum masa penjajahan,
tempat lokasi batubarani itu terdapat gua yang dijadikan sebagai tempat mayat
yang dibunuh oleh TIBARANI, mayat-mayat ini adalah orang-orang yang suka
membunuh masyarakat disitu ketika mereka berlabuh di Desa itu. Dan berselingnya
waktu, masyarakat tidak terima dengan yang dilakukan oleh bajak laut ini.
Muncul lah 1 sosok yang berani melawan bajak laut ini dengan dibantu oleh
masyarakat sekitar. Sosok itu adalah TIBARANI, mereka melakukan perlawanan dan
membunuh para bajak laut itu dan diletakkan lah di Gua yang ada di Batubarani
itu.