Published on 3 August 2022, 12:23 by Aditya Yoga Ardhana on Information
Goa
Petruk, salah satu objek
wisata di Kabupaten Kebumen yang berada dikawasan Geopark Karangsambung –
Karangbolong, sesuai dengan namamya Goa Petruk memiliki kenampakan berupa Goa
dengan keindahan panorama alam yang luar biasa. Goa Petruk terletak di Dukuh
Madayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Goa Petruk
tergolong situs Geologi (Geosite) utama pada masa pembentukan
paparan karbonat ( 16 – 10 juta tahun yang lalu) dan menyimpan berbagai
kekayaan geologi, biologis, dan budaya yang harus kita jaga kelestariannya.
Sahabat geoprak, dalam upaya pelestarian kawasan
geopark Karangsambung – Karangbolong dapat dilakukan dengan Konservasi Kawasan.
Berdasarkan Peraturan Presiden No. 9 tahun 2019, telah dikemukakan dalam
mengawal konsep geopark terdapat tiga pilar uama yaitu, konservasi, edukasi,
dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan geopark.
Kegiatan konservasi kawasan memiliki tujuan untuk
memberikan perlindungan dan pelestarian kawasan yang menjadi objek konservasi
supaya segala kekayaan yang terkandung didalam kawasan geopark tetap terjaga
dan lestari, dalam kegiatan konservasi juga terdapat pengelolaan kawasan dan
sumberdaya yang ada di wilayah tersebut. Kegiatan pengelolaan kawasan ini
dimaksudkan untuk memberikan mengembangkan berbagai potensi yang ada, sehingga
fungsi – fungsi geopark dapat ditingkatkan seperti, menjadi pusat penelitian
dan pendidikan dan pengembangan wisata lokal untuk masyarakat sekitar.
Kegiatan konservasi dan pengelolaan geopark diharapkan akan dapat menciptakan
keseimbangan antara pelestarian/ perlindungan lingkungan dan pemanfaatan sumber
daya yang terkandung didalamnya.
Konservasi kawasan Goa Petruk menjadi tugas setiap
komponen masayarakat baik dari pemerintah setempat warga lokal, dan para
pengunjung yang datang. Mengapa perlu dilakukan konservasi kawasan di Goa
Petruk ? Goa Petruk memiliki panjang sekitar 450 meter dan didalamnya terdapat
aliran sungai bawah permukaan yang cukup deras dan masih sangat alamiah, selain
itu didalam goa petruk juga terdapat berbagai hasil kontak antara breksi
vulkanik formasi Gabon dengan batu gamping terumbu Formasi Kalipucang yang
sangat indah untuk dinikmati, terdapat juga berbagai macam fauna berupa
kelelawar goa, jangkrik dan kelabang goa. Terdapat juga ornamen lain didalam
goa hasil dari pembentukan alamiah yang telah diberi nama seperti bentuknya
yaitu macan kumbang, semar, batu buaya, taman maria, dan sebagainya ( Pemkab
Kebumen, 2018 ), dari banyaknya kekayaan geologis, biologis, dan keindahan
budaya yang ada di kawasan Goa Petruk tentu sangat disayangkan apabila tidak
dijaga kelestariannya, kekayaan dan keindahan tersebut harus terus di
konservasi sehingga setiap generasi dapat menikmati dan memperoleh manfaat dari
kekayaan tersebut.
Sahabat Geopark, beberapa langkah yang dapat kita
lakukan untuk menjaga kelestarian dan kekayaan yang ada di kawasan Geoprak
sebagai wujud konservasi kawasan, diantaranya :
1. 1. Melakukan
pemberdayaan terhadap masyarakat dan komponen yang berperan dalam upaya
konservasi kawasan Geosite.
Menurut Wrihatnolo dan Dwidjowijoto (2007), kegiatan
pemberdayaan memiliki arti sebagai suetu rangkaian proses yang tidak instan dan
memiliki tiga proses didalamnya yaitu penyadaran, pengkapasitasan (capacity building), dan pemberian daya (empowerment). Kegiatan pemberdayaan
dalam konteks ini merupakan suatu usaha untuk menunjang sumber daya manusia
yang ada untuk dapat ikut serta dalam upaya konservasi geopark supaya dapat terlaksana
secara optimal karena telah dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan
mengenai usaha konservasi kawasan geopark.
2.
2. Memperjelas
kawasan lindung dari geosite.
Upaya selanjutnya yang dapat dilakukan sebagai upaya
konservasi kawasan di kawasan geopark yaitu dengan melakukan perjelasan
terhadap wilayah geopark yang ada, sehingga segala kegiatan yang ada didalam
kawasan tersebut dapat dipantau dan dilakukan pengawasan supaya tidak
menimbulkan kerusakan kawasan. Salah satu contohnya yaitu dengan menerbitkan
aturan yang menerangkan mengenai wilayah lindung dan peta kawasan geopark oleh
pemerintah atau pihak yang terkait.
Gambar 1. Peta
Lokasi Kawasan Geopark Karngsambung – Karngbolong, Kebumen
(Sumber : https://bappeda.kebumenkab.go.id/index.php/web/view_file/73)
3. 3. Membatasi
kegiatan pemanfaatan keanekaragaman dan kekayaan kawasan supaya tidak terjadi
eksploitasi.
Masih berhubungan dengan point yang kedua, pembatasan
terhadap segala aktivitas manusia di kawasan geopark sangatlah penting
dilakukan. Mengingat semakin banyak oknum tidak bertanggung jawab yang pada
mulanya memanfaatkan kekayaan kawasan ketika tidak dilakukan pengawasan dan
pemantauan oleh pemerintah atau pihak terkait malah berujung dengan eksploitasi
yang tentu saja akan merusak kawasan geopark.
4. 4. Melakukan
pengelolaan kawasan geosite oleh pemerintah.
Kegiatan pengelolaan kawasan geopark menjadi salah
satu program dari kegiatan konservasi kawasan. Pengelolaan dilakukan oleh
pemerintah dan masyarakat lokal atau pihak terkait untuk dapat memanajemen
segala kegiatan yang ada di kawasan geopark, baik pemanfaatannya, perawatan,
dan pencegahan dari kerusakan. Umumnya pengelolaan kawasan geopark akan
dilaksanakan bersamaan dengan menjadikan kawasan geopark menjadi objek wisata
yang akan memberikan manfaat kepada para pengunjung yang datang sekaligus
mempromosikan pentingnya menjaga kelestarian kawasan geopark.
5. 5. Melakukan
sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian Kawasan Geosite.
Pemberikan sosialisasi dan pengetahuna terhadap
masyarakat umum atau pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian geopark
harus terus digalakan, para generasi muda memiliki peranan yang sangat penting
dalam hal ini, sebagai agent of social
control (penyampai kebenaran) dan agent
of change (agen perubahan), para
pemuda diharapkan dapat memiliki andil untuk dapat menyebar luaskan gerakan
peduli kawasan geopark, sehingga kawasan geopark akan tetap terjaga
kelestariannya.
6. 6. Melakukan
reklamasi atau pembenahan pada kawasan geosite sesuai dengan tingkat dan jenis
kerusakannya.
Kegiatan reklamasi atau pembenahan pada kawasan
geopark biasanya dilakukan apabila kawasan telah mengalami kerusakan baik
secara alamiah atau akibat ulah manusia. Pembenahan dapat dilakukan dengan
menekankan pengembalian funsi ekologi lingkungan dan perbaikan terhadap
komponen yang yang ada didalamnya seperti reboisasi, menghentikan segala
aktivitas pemanfaatan kekayaan yang ada, dan pemantauan ketat kawasan.
Sebagai sahabat geopark dan masyarakat Indonesia,
sudah sepatutnya kita jaga segala kekayaan alam atas pemberian Tuhan yang luar
biasa ini, salah satunya geosite Goa Petruk yang ada di kawasan Geopark Karangsambung
– Karangbolong. Konservasi bukanlah suatu hal yang harus dilakukan dengan skala
besar, mari kita mulai dengan langkah kecil dengan membagikan pengetahuan
mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam ini. Kalau bukan kita siapa lagi ?
kalau bukan sekarang kapan lagi ? Salam geoparak !
Penulis : Aditya Yoga Ardhana (Staff Konservasi)